Gemerlap Kristal Asal Taiwan

0 komentar

Kecantikan Salma Hayek-bintang Hollywood berdarah Latin-kian mempesona dengan taburan kristal swarowasky di atas gaun pesta. Kristal-buat sebagian orang-memang diyakini mewakili aura anggun, glamor, dan cantik. Ya persis Salma Hayek itu. Kristal pulalah yang ada di benak Muhammad Taufi k dari Pusat Studi dan Pengembangan Agribisnis Hortikultura (Puspa) Lebo dan Misbahul Huda dari Technical Taiwan Mission (TTM) saat melihat sosok jambu sukun asal Taiwan.

Sosok kristal memang menggiurkan. Bobot rata-rata 500 g-bahkan ada yang mencapai 900 g. Besarnya 2/3 bola takraw. Bandingkan dengan jambu sukun lokal yang berukuran kira-kira sebesar Apel malang. Bentuk kristal simetris sempurna. Kulit hijau nan mulus dilapisi lilin yang cukup tebal. Lapisan lilin membuat buah sulit ditembus hama. Warna daging buah putih dengan tekstur renyah saat hampir matang dan empuk saat di puncak kematangan.

Biarpun tidak sepenuhnya seedless-di tengahnya masih tampak sedikit gumpalan biji berwarna putih-, itu tidak mengurangi keistimewaan kristal. Dengan kadar kemanisan mencapai 11-12o briks dan kadar air cukup tinggi, jambu sukun menyegarkan.
Rajin

Tak sekadar buah yang istimewa. Sosok tanaman dan daun relatif lebih besar ketimbang jambu biji lain. Tekstur daun pun lebih kaku. Pantas kristal lebih tahan gangguan kekeringan dan hama penyakit. Ukuran bunga juga bongsor dibanding jambu sukun lokal. Itu jadi indikasi ukuran buah yang memang jauh lebih besar.

Pohon yang diperoleh dari bibit cangkokan-seperti yang ada di Puspa Lebo-membentuk tajuk membulat. Percabangannya banyak, sehingga tak perlu dipangkas untuk menghasilkan banyak cabang. Pemangkasan sekadar untuk merapikan bentuk tajuk. Banyak cabang berarti banyak pula buah, karena dompolan bunga muncul di setiap ujung cabang. Pantas kristal berbuah sepanjang tahun. Taufi k hampir setiap bulan menikmati buah yang dipetik sendiri.

Kontinuitas berbuah memang jadi kelebihan kristal. Sejak Puspa Lebo menanam 1 tahun lalu, pohon tidak berhenti berbuah, tutur Muhammad Taufi k. Sekali berbuah menghasilkan 10-25 buah. Menurut hitungan Taufik, satu pohon berumur 2 tahun menghasilkan 70 kg selama 6 bulan. Pantas kadang tanaman seperti keberatan menggendong buah.

Bandingkan dengan jambu sukun bangkok asal Thailand. Ukuran anggota famili Myrtaceae itu besar dan nyaris tanpa biji. Rasanya manis, wangi, dan kesat, tapi sulit dibuahkan. Supaya berbuah, perlu diberi perlakuan khusus. Misal penambahan pupuk daun mengandung fosfor dan kalium. Tingkat keberhasilan penyerbukan pun hanya 50%, kata Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak. Sementara sukun taiwan rajin berbuah di segala keadaan. Pohon berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim.
Adaptif

Kristal masuk ke Indonesia melalui Taiwan Technical Mission-yang dulu bernama ROC-pada tahun 1999. Di Pulau Formosa, jambu sukun buah meja favorit. Waktu masuk ke tanah air, berupa 5 bibit cangkokan. Dari jumlah itu bibit dikembangbiakkan hingga kini mencapai 1.500 tanaman.

Dari jumlah itu, sekitar 400 tanaman ditanam di lahan ujicoba TTM yang tersebar di berbagai tempat. Sejak Februari 2006, 1.000 pohon dibagikan ke beberapa kelompok tani di sekitar Mojokerto. Antara lain Mutiara Tani Taiwan yang menanam khusus jambu sukun. Hasilnya ternyata memuaskan, karena kristal sangat adaptif.

Di lahan ujicoba TTM di Desa Tumapel, Mojokerto, yang terletak pada ketinggian 58 m dpl, kristal tumbuh baik. Pun di daerah Pacet, Mojokerto yang terletak pada ketinggian 800 m dpl. Hanya saja di dataran tinggi pematangan buah lebih lama. Kalau di dataran rendah hanya 2,5 bulan setelah bunga mekar, di dataran tinggi 4 bulan.

Penasaran menikmati rasa kristal? Cobalah datang ke sebuah pasar swalayan di Surabaya. Di sana kristal dijajakan dengan penampilan menarik.

Sumber : trubus

Read More »

MENGENAL JAMBU BIJI KRISTAL TAIWAN

6 komentar

"JAMBU BIJI YANG DIPAJANG DI TOKO BUAH HOKKY DI PAKUWON, SURABAYA, ITU SEPINTAS SAMA SAJA DENGAN YANG LAIN. YANG MEMBUATNYA BEDA NAMA DAN BANDROL YANG TERTULISDI ATASNYA. JAMBU KLUTUK TANPA BIJI RP18.000 PER KG. HARGA ITU LEBIH MAHAL KETIMBANG JAMBU KLUTUK MERAH (RP12.000); DAN JAMBU BANGKOK (RP11.000). TOH, KLUTUK TANPA BIJI PALING DICARI. HOKKY MENCATAT PERMINTAAN KRISTAL - SEBUTANNYA - MENCAPAI 50 - 100 KG PER 2 HARI"
Kini pasokan Jambu Biji Kristal yang masuk ke gerai di Pakuwon baru 50 - 100 kg per minggu dari pekebun di Mojokerto, Jawa Timur. 'Sebetulnya kami bisa menjual 3 kali lipat dari pasokan yang ada. Biasanya 2 hari Jambu Biji Kristal masuk, langsung ludes,' kata Haryanto, kepala bagian kontrol kualitas Hokky Surabaya.
Itu sejalan dengan yang dialami PT Sewu Segar Nusantara (SSN) di Jakarta. SSNmenyalurkan 1 ton Jambu Biji Kristal per minggu dari pekebun di Lampung ke gerai-gerai buah di Jabodetabek. Menurut Iwan GRory, manajer penjualan SSN, distribusi jambu kristal ke gerai di Jabodetabek itu baru ?? dari total permintaan yang masuk. Di tangan konsumen harga jambu kristal di Jabodetabek Rp19.900 per kg. 'Meski mahal, jambu kristal dicari karena lebih renyah. Bagian buah yang dapat dimakan pun lebih banyak,' kata Haryanto.
Kurang pasokan
Pengalaman Haryanto dan Iwan diamini Zoilus Sitepu, manajer sayur dan buah nasional Hypermart di Jakarta. Menurut Zoilus dari 40 gerai Hypermart yang tersebar di Indonesia, baru 30 gerai yang menyediakan jambu kristal. Setiap gerai rata-rata dipasok 20 kg per minggu. 'Itu pun lebih banyak kosongnya. Kami juga bisa menjual 4 kali lipat bila pasokan tersedia,' kata Zoilus.
Di pasar buah tradisional Jambu Biji Kristal pun dicari. Di Karawang, Jawa Barat, ada Wawan Syarief yang kewalahan memasok jambu kristal untuk para pelanggan di Pasar Karawang. Awal tahun silam, ia memperkenalkan jambu kristal ke para sahabatnya di pasar tradisional itu. Permintaan langsung berdatangan saat itu juga. Wawan bisa menjual 50 - 100 kg jambu kristal setiap Selasa dan Sabtu. Buah berasal dari pekebun setempat yang memiliki 100 pohon. 'Sebetulnya saya bisa menjual sampai 3 kali lipat. Namun, produksi belum mencukupi,' katanya.
Pendatang baru
Jambu biji kristal memang banyak dicari. Ia disukai karena praktis dimakannya. 'Dari dulu jambu biji disukai masyarakat. Yang jadi problem biji yang banyak sehingga kurang nyaman di lidah,' kata Sobir PhD, pakar buah dari Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor.
Sejatinya, jambu biji yang disebut-sebut tanpa biji itu beragam jenisnya. Yang lebih dulu populer jambu sukun. Jambu yang bentuknya mirip apel itu benar-benar tanpa biji. Sukun diintroduksi ke Indonesia pada 1960-an. Sayang, ia tak bisa dikebunkan secara komersial karena produktivitasnya rendah. Menurut Dr Reza Tirtawinata, ahli buah dari Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, jambu tanpa biji sulit berbuah lebat karena biji merupakan penyedia energi untuk pembesaran buah. Ketika tanpa biji, buah gampang rontok.
Jambu kristal sebetulnya tidak benar-benar nirbiji. Ia tetap berbiji tapi jumlahnya sedikit, kurang dari 3% bagian buah. Karena produktivitasnya tinggi, jambu yang diperkenalkan oleh Misi Teknik Taiwan pada 1999 di Mojokerto, Jawa Timur, itu mulai marak dikebunkan. Selain pekebun di Lampung, ada Narin Watana Anurak yang mulai mengebunkan 100 jambu kristal di lahan sawah di Karawang sejak 2,5 tahun silam.
Sejak awal tahun lalu ia menjual kristal ke 3 pengepul yang datang ke kebun. Jumlahnya 100 - 200 kg per minggu. Di kebun pria asal Thailand yang kini bermukim di tanahair itu jambu kristal dihargai Rp8.000 per kg.
Di Semarang, Jawa Tengah, ada Sukobudi yang mengebunkan 40 jambu kristal sejak 5 bulan lalu. Di Bogor, Jawa Barat, 1,5 tahun lalu Misi Teknik Taiwan membuka kebun baru untuk penanaman 500 jambu kristal. Kini 80 kg jambu kristal dapat dipanen setiap minggu dari kebun seluas 4.500 m2 berketinggian 250 m dpl itu. Sebanyak 600 bibit kristal disebar oleh Institut Pertanian Bogor dan Misi Teknik Taiwan untuk petani di sekitar Cikarawang, Bogor.
Di Dlanggu, Mojokerto, kebun yang ditinggalkan oleh Misi Teknik Taiwan, kini dikelola oleh Dinas Pertanian Jawa Timur. Total populasi 400 tanaman berumur 4 - 8 tahun. Kini penanaman meluas ke 10 pekebun plasma dengan total populasi 200 tanaman. Dari sana setiap minggu dipanen 360 kg kristal.
Sayang, hanya setengahnya yang lolos sortir untuk dijual ke toko buah modern dengan harga jual Rp13.000. Sisanya dijual ke pasar tradisional dengan harga Rp5.000 - Rp8.000/kg. 'Kini kami sedang berusaha untuk mendongkrak kualitas. Maklum, kebun rusak setelah sempat vakum karena peralihan pengelolaan,' kata Mistahul Huda, manajer budidaya kebun di Dlanggu.
Jambu Biji Mutiara

Jambu tanpa biji lain ialah mutiara. Ia juga berasal dari Taiwan. Bedanya jumlah biji agak lebih banyak ketimbang kristal: 5 - 8 % persen dari total buah. Ia masuk ke Indonesia 2 tahun silam oleh importir bibit buah di Jakarta.
Adalah Budi Tedjakusuma di Batu, Jawa Timur, yang telah mengebunkannya. Di kebunnya di kaki Gunung Arjuna ia menanam 2.000 pohon. Pohon yang kini berumur 1 - 1,5 tahun mulai belajar berbuah. 'Saya pilih mutiara karena paling produktif di antara jambu seedles lain,' kata Budi. Menurut Budi, berdasarkan informasi dari temannya di Taiwan, pohon umur 4 tahun mampu menghasilkan 400 - 1.200 buah setiap tahun.
Dua bulan silam, dari hasil panen perdana Budi menjual 100 kg mutiara ke toko buah di Malang. Ia berencana membidik pasar Jakarta setelah 2.000 mutiaranya ajek berproduksi. 'Pasar Jawa Timur dan Jakarta siap menerima pasokan,' ungkapnya. (Sumber Trubus)

Read More »

Jambu biji kristal: Renyah dagingnya, minim bijinya, manis labanya (1)

0 komentar

Permintaan jambu biji kristal cukup tinggi. Dagingnya yang renyah dan minimnya biji membuat jambu ini banyak digemari sebagai buah konsumsi langsung. Seiring permintaan buah yang tinggi, bibit jambu biji kristal pun menjadi buruan banyak petani buah.

Seperti buah-buah lainnya, permintaan jambu biji juga terus meningkat. Maklum, kini, masyarakat makin sadar akan pentingnya konsumsi buah bagi kesehatan.

Salah satu varietas jambu biji yang menuai banyak permintaan adalah jambu biji kristal (sweet seedless). Jambu yang memiliki banyak keunggulan ini berasal dari Taiwan. Selain daging buahnya renyah, kandungan biji pada jambu ini hanya 3% dari isi dagingnya. Buah ini memiliki kadar kemanisan di kisaran 11-12 brik, serta mengandung banyak air.

Tak heran, jambu Kristal pun lebih digandrungi sebagai buah konsumsi. "Buah ini lebih banyak untuk konsumsi langsung, daripada dibuat jus," ujar Aji Win, pemilik Citra Karya Tani di Karawang, Jawa Barat yang mengembangkan budidaya jambu Kristal.

Dalam satu pohon, Aji bisa mendapatkan lima kilogram (kg) jambu per bulan. Dengan memanen dari 12.000 pohon, ia pun bisa mendapatkan 60 ton per bulan.

Dengan harga jual Rp 10.000 per kg, Aji bisa mendulang omzet hingga Rp 600 juta per bulan. "Kami masih beruntung, karena tak ada saingan buah impor," kata Aji.

Karena pasokan yang masih sangat terbatas, Tolib Sutrisno pun tertarik mengembangkan lahan jambu Kristal di Malang. "Pasokan jambu biji Kristal masih terbatas, padahal permintaan cukup banyak, terutama dari gerai-gerai ritel," kata Tolip.

Selain melihat tingginya permintaan, pertimbangan Tolib lainnya adalah harga jual jambu biji Kristal ini yang tinggi. Apalagi, dibandingkan dengan jambu biji merah dan jambu biji bangkok.

Tolib mematok harga jambu biji Kristal ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per kg. Selain memasok gerai ritel modern, Tolib juga menjual jambu biji Kristal di pasar tradisional.

Pohon jambu biji Kristal bisa menghasilkan minimal 50 kg buah dalam setahun. Tolib sendiri memiliki sekitar 50 pohon. Alhasil, Tolib bisa mendulang omzet antara Rp 50 juta hingga Rp 75 juta setahun.

Meski omzetnya tak besar, keuntungan budidaya jambu ini cukup tinggi. Dari omzet itu, Tholib mengantongi untung antara Rp 40 juta hingga Rp 65 juta.

Maklum, perawatan jambu biji Kristal tak mahal. Selama setahun, biaya pembudidayaan ini hanya berkisar Rp 10 juta. Itu sudah termasuk biaya untuk pembelian bibit, pembelian pupuk kandang, dan pembayaran tenaga kerja.

Tak hanya mengeruk keuntungan dari penjualan buahnya, petani jambu biji Kristal juga meraup keuntungan dari penjualan bibit tanaman ini. Sama seperti permintaan buah yang meningkat, bibit jambu biji Kristal juga sedang menjadi buruan oleh banyak orang.

Tak heran, harga bibit tanaman ini cukup tinggi. Aji menjual bibit jambu Kristal seharga Rp 25.000 untuk pohon berumur tiga bulan. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 3.000 bibit. Sampai saat ini, Citra Karya Tani baru melayani permintaan bibit dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Sementara itu, Tholib menjual bibit jambu dengan harga Rp 35.000 per bibit. Dalam sebulan, Tolib mampu menjual 500 bibit jambu Kristal.

Sumber : www.peluangusaha.kontan.co.id

Read More »

Jambu biji kristal: Tahan serangan hama dan mudah beradaptasi (2)

1 komentar

Pohon jambu biji Kristal punya banyak kelebihan. Selain bisa dipanen dalam waktu cepat, budidayanya relatif mudah. Tanaman ini juga cepat beradaptasi dengan lingkungannya, termasuk saat kondisi kering. Lapisan lilin pada kulit buah menahannya dari hama.
Budidaya jambu biji Kristal relatif mudah dan menguntungkan. Tak heran, banyak petani buah yang menanam pohon ini dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Aji Win, pemilik Citra Karya Tani, petani banyak memperoleh keuntungan dari penanaman pohon jambu Kristal ini. Tak hanya mendapat hasil dari buah dan bibit, melalui sistem tumpang sari, mereka juga bisa memanen sayuran yang ditanam di sela-sela pohon jambu.
Pohon jambu Kristal sendiri cukup produktif. Dalam waktu tujuh bulan setelah bibit ditanam, petani bisa melakukan panen pertama dengan mendapatkan dua kilogram di setiap pohon, dengan berat setiap buah antara 500 gram hingga 900 gram.
Setelah pohon berumur dua tahun, petani bisa menikmati panen antara berkisar 70 kg hingga 80 kg per pohon. Panen bahkan bisa dilakukan seminggu sekali, bila pohon sudah mencapai usia produktif, yakni 15 tahun hingga 32 tahun. "Kalau petani saya biasanya panen dua minggu sekali," ujar Aji yang memiliki 40 petani binaan.
Pohon jambu Kristal sebaiknya ditanam dalam jarak 3x4 m2, untuk memperoleh hasil maksimal. Dengan ukuran ini, dalam satu hektare lahan bisa ditanam hingga 800 pohon.
Menurut Tholib Sutrisno, pembudidaya jambu Kristal asal Malang, meski berasal dari Taiwan, budidaya pohon jambu ini cukup mudah di Indonesia.
Tanaman ini cepat beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, "Tekstur daun yang lebih kaku sehingga tahan akan kondisi kering dan hama penyakit," ujarnya.
Adapun untuk perawatan tanaman, pohon cukup dipangkas sebulan sekali untuk menjaga pertumbuhannya. Pemupukan bisa dilakukan tiga bulan sekali, dengan memberi pupuk kompos atau pupuk organik. "Bila musim kemarau, pohon cukup disiram dua hari sekali, yakni saat pagi dan sore hari," tutur Aji.
Adapun hama yang perlu diwaspadai pohon jambu Kristal ini adalah lalat buah dan kutu putih. Aji pun lebih menyarankan pemakaian insektisida organik untuk menghalau hama.
Lantaran budidaya jambu Kristal sederhana, petani pun bisa menanamnya dalam tambulampot. Tholib bilang, tambulampot ini lebih praktis dan indah dipandang mata. Dengan sistem ini, pohon jambu Kristal pun bisa mengisi sisa lahan di sekitar rumah.
Keunggulan lainnya, buah jambu kristal juga tak gampang rontok. "Buah ini tahan penyakit karena kulitnya memiliki semacam lapisan lilin," kata Aji. Oh, ya, jambu Kristal termasuk pohon yang berbuah sepanjang tahun.
Biasanya, petani akan membungkus bakal buah atau pentil untuk mendapatkan panenan kualitas A. Hanya saja, pengadaan net pembungkus jambu masih sulit. "Barangnya masih langka di pasar," tegas Ali.
Untuk membiakkan tanaman ini atau mendapatkan bibit baru, petani bisa melakukan pencangkokan dan sambung pucuk. Dalam satu pohon, petani bisa melakukan pencangkokan minimal hingga 10 kali.

(Selesai)


 


Read More »